Thursday, August 24, 2017

Sudah Siapkah anda Menghadapi Lika Liku Kehidupan

Banyak orang yang Tidak Menyadari tentang adanya Potensi Permasalahan yang akan dihadapinya di Masa Depan... 

Banyak yang Kurang atau bahkan Tidak Mempersiapkan Diri dengan Belajar, bawa bekal, dll. 

Yang terjadi seperti gambar di bawah ini...


Lika Liku Kehidupan... yang akan di Hadapi dan Jalani

Ada juga yang sedang mengalami Permasalahan... Bingung, Pusing, Stres, Emosi, Marah-marah, Kesal, dan hal Buruk lainnya. 




Tapi tidak Sadar Diri dengan Keadaan nya. 
Merasa Bisa, Merasa Mampu...Merasa sudah Pintar sehingga Tidak Membuka Diri untuk Bertanya, Memohon Pertolongan... 
Bahkan beberapa tidak bersedia di Bantu, di Tolong, di Arahkan. Mereka Menutup Diri.... 

Sungguh kadang Jalan Keluar DEKAT dengan Dirinya. Namun kadang tidak di Sadari nya. 

Agar itu tidak terjadi dan segera Dapat "Jalan Keluar" maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan :

Buka Diri untuk Melakukan Perubahan, Mohon Pertolongan, Ijinkan, Siapkan dan Relakan Diri untuk di Bantu... 
Biarkan itu terjadi...

Lakukan dengan sungguh2, Istiqomah pada hal yang BAIK & BENAR. YAKINI... 

Selebihnya Pasrah BerSerah Diri sepenuhnya pada Allah, Mohon Petunjuk Nya. 
Mohon di Mampukan utk Memahami semua Petunjuk Nya dengan sebaik-baiknya. 

Insha Allah kun fayakun semua kan Menjadi Lebih BAIK adanya

----------------------
Konsultasikan apapun Permasalahan anda
Siapkan Diri
Ikuti program Pelatihan di Terapi NurSyifa' untuk Pemberdayaan Diri agar Lebih Mampu Menghadapi Menyikapi Menjalani Lika Liku Kehidupan anda...


Baca Selengkapnya......

Konsultasi kan apapun Permasalahan anda

Fakta!!!  Di Jakarta Ribuan Wanita tiap tahun Gugat Cerai 

Jumlah perceraian di Jakarta tiap tahun terus meningkat. Siapa yang sangka kalau gugatan cerai lebih banyak diajukan dulu oleh pihak perempuan.

Faktor penyebab istri menggugat cerai suami beragam. Mulai dari kondisi ekonomi hingga tak ada lagi keharmonisan.
--------------------------
Semua Permasalahan Pasti Ada Jalan Keluarnya, Ada Solusinya 
Mari Sikapi dengan TENANG dan SENYUM 
Mohon Kekuatan Lahir Bathin, Mohon Petunjuk Bimbingan Allah 
Pasrah BerSerah Diri sepenuhnya 

Silakan Konsultasikan  segera, jangan tunggu Permasalahan Lebih Rumit 
Berpengalaman lebih dari 15 tahun 
Reno Wilopo 
Telpon / WhatsApp 08561236269 

Baca Selengkapnya......

Wednesday, August 2, 2017

Mari berSyukur atas apapun yang di Berikan Nya (Nikmat)

"Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan :"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya AKU akan menambahkan (NIKMAT) kepadamu, tetapi jika  kamu mengingkari (NIKMAT-KU), maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim ayat 7)

Pada ayat tersebut tertulis kata "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (Nikmat) kepadamu". Jika anda mengerti makna dari kata kata tersebut secara jelas maka, sesungguhnya anda akan merubah presepsi anda terhadap kehidupan ini dan meninggalkan sifat Mengeluh dan Pesimis. 

Disitu dikatakan jika kamu berSyukur, bahkan jika kamu bersyukur walau cuma sedikit saja, Allah tidak meminta banyak, terhadap Nikmat yang kamu dapatkan hari ini, saat ini... "Niscaya AKU akan Menambah (NIKMAT) kepadamu""Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan :"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya AKU akan menambahkan (NIKMAT) kepadamu, tetapi jika  kamu mengingkari (NIKMAT-KU), maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim ayat 7)

Pada ayat tersebut tertulis kata "sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (Nikmat) kepadamu". Jika anda mengerti makna dari kata kata tersebut secara jelas maka, sesungguhnya anda akan merubah presepsi anda terhadap kehidupan ini dan meninggalkan sifat Mengeluh dan Pesimis. 

Disitu dikatakan jika kamu berSyukur, bahkan jika kamu bersyukur walau cuma sedikit saja, Allah tidak meminta banyak, terhadap Nikmat yang kamu dapatkan hari ini, saat ini... "Niscaya AKU akan Menambah (NIKMAT) kepadamu". Maka Allah akan tambah, tambah dan terus menerus tambahkan Nikmat Nya kepadamu.

Pada ayat tersebut Allah menggunakan kata "AKU" dan seperti diketahui bahwa Allah jarang menggunakan kata AKU dalam Al-Qur'an, dan biasanya menggunakan kata "KAMI". 

Berarti ini merupakan permasalahan yang amat sangat Besar dan Penting, karena Allah menggunakan kata ganti "AKU" dlm ayat tersebut. 

Lalu bagaimana kita berSyukur ? kepada siapa kita harus berSyukur ?

Sesungguhnya Allah tidak meminta kita untuk berSyukur hanya kepadaNya saja, melainkan anda bisa berSyukur terhadap apapun. BerSyukur thd kehidupan yang anda peroleh dan sedang jalani, keadaan fisik yang anda miliki, berSyukur karena orang tua anda masih hidup di dunia ini, berSyukur karena anda masih diberikan kesempatan hidup hingga hari ini, berSyukur masih ada yang Peduli dengan diri anda hingga mau mengirimkan INFO ini utk mengingatkan.... dan masih banyak lagi hal yang perlu dan harus kita SYUKURI.

Kemudian dari ayat ini pun timbul pertanyaan dari sebuah kata yaitu "Niscaya AKU akan menambahkan", apa yang akan ditambahkan oleh Allah ? Karena bisa saja anda menyebutkan, Allah akan menambahkan Umurku, Rejekiku, Pengetahuanku, Kebijaksanaanku, Kesabaranku, dll. 

Dalam ayat ini Allah berkata : "Kamu tunjukkan rasa berSyukur mu, meskipun hanya sedikit, maka AKU akan Tambahkan".

Apa yang akan di Tambahkan ?

Perhatikan ini, sesungguhnya Allah tidak membatasi sesuatu yang akan Ia tambahkan untukmu, dan inilah indahnya ayat ini.

Penjelasan Penting yang terdapat dari ayat ini yaitu, Apabila engkau berSyukur atas Nikmat Ku maka AKU akan terus memberimu Lebih Lebih Lebih dan Lebih lagi atas segala galanya.

Apa yang kamu Pikirkan dan Mohonkan, akan AKU berikan jika itu bermanfaat untukmu. Apa yang kamu Butuhkan akan AKU cukupkan. Akan AKU Lengkapi, Berikan.... AKU janji. 

Kamu cukup Tunjukkan Rasa Syukur mu padaKu.

Jadi intinya Allah pasti akan memberikan yang Terbaik untuk hamba-Nya dan itu PASTI. 

Kemudian ingat pula bahwa, kita sebagai manusia pikiran kita itu kadang dangkal, sempit, rendah, tapi Allah memiliki Pemikiran yang Maha Luas tanpa batas dan Allah itu Maha Mengetahui atas segala sesuatu. 

Jadi yang Terbaik menurutmu belum tentu itu hal Baik untuk mu, namun suatu hal yang Baik menurut Allah pasti adalah hal yang Terbaik untuk dirimu.... 
-------------------
Mari mulakan dengan Ungkapkan Rasa Syukur mu dengan meRespon Baik Tulisan ini. 

Respon Baik sesungguhnya sebagai bentuk Penghargaan dan Terima Kasih mu kepada yang telah Mengirimkan Tulisan ini. 

Tapi bila tidak ada Respon apapun sesungguhnya itu sebagai Pernyataan bhw engkau Nggak Butuh dan Perlu akan Tulisan seperti ini... 

Maka selanjutnya buat apa Allah menambahkan Nikmat Nya lagi... 
Buat apa di kirimkan berbagai Tulisan Manfaat yang lainnya lagi... 

Karena sesungguhnya berarti Pesan yang engkau mau sampaikan bahwa dirimu nggak suka Menerima nya dan nggak Peduli tentang hal tersebut... 

"Maka Nikmat Tuhan mu manalagi yang mau kau Dustakan".

Baca Selengkapnya......

Monday, July 17, 2017

Sadari dan Pahami semua hanyalah TITIPAN



Manusia sering lupa atau “pura-pura” lupa bahwa semua yang ia miliki sebenarnya bukan miliknya. Harta, tahta, keluarga dan semua yang ada digenggaman kita hanyalah titipan saja. Bahkan diri kita pun sebenarnya bukan milik kita dan bukan dalam kekuasaan kita. 

Imam Ali bin Abi tholib pernah ditanya, “Bagaimana engkau mengenal Tuhanmu?”
Beliau menjawab, “Dengan gagalnya rencana-rencana, maka aku yakin bahwa diriku ada yang mengatur dan bukan dalam kekuasaanku.”

Semua ini hanyalah Titipan, namun dalam Hadist Qudsi-Nya, Allah Berfirman,
“Wahai anak Adam, engkau selalu mengatakan hartaku hartaku. Bukankah harta itu ketika kau makan akan sirna, ketika kau pakai akan lapuk dan ketika kau berikan baru akan kekal.”

Mereka tidak sadar bahwa semua itu Milik Allah swt,
“Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang Dikaruniakan-Nya kepadamu.” (QS.an-Nur:33)

Mereka tak sadar bahwa semua itu adalah Amanah dari-Nya,
“Dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah Menjadikan kamu sebagai penguasanya (Amanah).” (QS.al-Hadiid:7)

Dengan jelas Al-Qur’an Menggunakan kata Harta Allah” sebagai simbol bahwa sebenarnya manusia tak memiliki apa-apa. Lalu jika kita ditanya, apa buktinya semua ini hanyalah Titipan?
Buktinya sangat gamblang, bukankah kita sering melihat seseorang yang diwaktu pagi kaya raya dan sore harinya tiba-tiba jatuh miskin tak bersisa? Bukankah kita menyaksikan seorang yang tubuhnya sehat kekar kuat tiba-tiba menjadi lemah sakit tak berdaya?

Jika Allah Berkehendak, Dia dapat mencabut semua Titipan Nya itu dalam sekejap mata. Masihkah kita berpikir semua Kenikmatan itu benar-benar milik kita?

Sadari dan Pahami bahwa kita tidak memiliki apa-apa, semua adalah Milik Allah semata. Pemahaman ini jika benar-benar direnungkan secara mendalam akan memberikan efek yang luar biasa dalam hidup kita. Akan Dapat Mengubah Hidup kita.

Dan pemahaman yang dapat diambil adalah :
1. Jika semua kenikmatan itu bukan milik kita, maka gunakanlah sesuai keinginan pemiliknya. Jika kita menggunakannya untuk sesuatu yang tidak disukai sang pemilik, maka sama saja kita sedang merampas sesuatu yang bukan milik kita.
2. Jika semua kenikmatan itu hanya titipan, maka kita akan berlomba untuk berbagi dan saling membantu. Karena semua itu bukan milik kita, lantas kenapa harus pelit untuk berbagi?
3, Jika semua anugerah itu hanya titipan, kita tidak akan merasa sombong. Untuk apa bangga diri dengan sesuatu yang bukan milik kita?
4. Jika semua itu hanya titipan, kita akan memiliki batasan untuk menggunakannya. Jika kita semena-mena, bukankah Allah Mampu Mencabut kenikmatan itu dalam sekejap?

Namun kita patut bersyukur karena memiliki Tuhan yang Ya Arhamar Rahimin (duhai yang paling Maha Penyayang diantara Para Penyayang). Coba bayangkan, Dia hanya Menyuruh kita mengeluarkan sedikit dari harta titipan tersebut. Selebihnya silahkan digunakan dan dinikmati.

Bahkan tak hanya itu, jika kita mau berbagi, Allah akan Menggantinya bahkan Melipatgandakan balasannya. Walaupun sebenarnya harta itu adalah Milik-Nya. Adakah yang lebih Penyayang dari Allah swt?

Baca Selengkapnya......