Monday, July 17, 2017

Sadari dan Pahami semua hanyalah TITIPAN



Manusia sering lupa atau “pura-pura” lupa bahwa semua yang ia miliki sebenarnya bukan miliknya. Harta, tahta, keluarga dan semua yang ada digenggaman kita hanyalah titipan saja. Bahkan diri kita pun sebenarnya bukan milik kita dan bukan dalam kekuasaan kita. 

Imam Ali bin Abi tholib pernah ditanya, “Bagaimana engkau mengenal Tuhanmu?”
Beliau menjawab, “Dengan gagalnya rencana-rencana, maka aku yakin bahwa diriku ada yang mengatur dan bukan dalam kekuasaanku.”

Semua ini hanyalah Titipan, namun dalam Hadist Qudsi-Nya, Allah Berfirman,
“Wahai anak Adam, engkau selalu mengatakan hartaku hartaku. Bukankah harta itu ketika kau makan akan sirna, ketika kau pakai akan lapuk dan ketika kau berikan baru akan kekal.”

Mereka tidak sadar bahwa semua itu Milik Allah swt,
“Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang Dikaruniakan-Nya kepadamu.” (QS.an-Nur:33)

Mereka tak sadar bahwa semua itu adalah Amanah dari-Nya,
“Dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah Menjadikan kamu sebagai penguasanya (Amanah).” (QS.al-Hadiid:7)

Dengan jelas Al-Qur’an Menggunakan kata Harta Allah” sebagai simbol bahwa sebenarnya manusia tak memiliki apa-apa. Lalu jika kita ditanya, apa buktinya semua ini hanyalah Titipan?
Buktinya sangat gamblang, bukankah kita sering melihat seseorang yang diwaktu pagi kaya raya dan sore harinya tiba-tiba jatuh miskin tak bersisa? Bukankah kita menyaksikan seorang yang tubuhnya sehat kekar kuat tiba-tiba menjadi lemah sakit tak berdaya?

Jika Allah Berkehendak, Dia dapat mencabut semua Titipan Nya itu dalam sekejap mata. Masihkah kita berpikir semua Kenikmatan itu benar-benar milik kita?

Sadari dan Pahami bahwa kita tidak memiliki apa-apa, semua adalah Milik Allah semata. Pemahaman ini jika benar-benar direnungkan secara mendalam akan memberikan efek yang luar biasa dalam hidup kita. Akan Dapat Mengubah Hidup kita.

Dan pemahaman yang dapat diambil adalah :
1. Jika semua kenikmatan itu bukan milik kita, maka gunakanlah sesuai keinginan pemiliknya. Jika kita menggunakannya untuk sesuatu yang tidak disukai sang pemilik, maka sama saja kita sedang merampas sesuatu yang bukan milik kita.
2. Jika semua kenikmatan itu hanya titipan, maka kita akan berlomba untuk berbagi dan saling membantu. Karena semua itu bukan milik kita, lantas kenapa harus pelit untuk berbagi?
3, Jika semua anugerah itu hanya titipan, kita tidak akan merasa sombong. Untuk apa bangga diri dengan sesuatu yang bukan milik kita?
4. Jika semua itu hanya titipan, kita akan memiliki batasan untuk menggunakannya. Jika kita semena-mena, bukankah Allah Mampu Mencabut kenikmatan itu dalam sekejap?

Namun kita patut bersyukur karena memiliki Tuhan yang Ya Arhamar Rahimin (duhai yang paling Maha Penyayang diantara Para Penyayang). Coba bayangkan, Dia hanya Menyuruh kita mengeluarkan sedikit dari harta titipan tersebut. Selebihnya silahkan digunakan dan dinikmati.

Bahkan tak hanya itu, jika kita mau berbagi, Allah akan Menggantinya bahkan Melipatgandakan balasannya. Walaupun sebenarnya harta itu adalah Milik-Nya. Adakah yang lebih Penyayang dari Allah swt?

Baca Selengkapnya......

Friday, May 13, 2016

9 Langkah TRANSFORMASI DIRI Mengubah NASIB menjadi Lebih BAIK



 
Allah berfirman dalam Surat Guruh (QS. Ar-Ra`d) : 11
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan NASIB sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan nasib yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Ternyata KUNCINYA mengubah NASIB  adalah MENGUBAH KEADAAN DIRI dulu baru akan berubahlah nasib keadaan di sekitar diri dan kehidupan. Artinya, dalam dulu barulah luar, kaya hati dulu barulah kaya harta.

1. Berprasangka baik kepada Allah atas apapun kondisi kita saat ini. Ingatlah bahwa Allah selalu merespon sesuai segala prasangka hamba-Nya kepada-Nya. Untuk itu Selalulah berprasangka baik kepada Allah.

2. Prasangka yang baik kepada Allah akan melahirkan Ketenangan dan Keyakinan diri yang baik. Allah titipkan anugerah Percaya Diri yang baik kepada hamba-Nya yang benar-benar berprasangka baik kepada-Nya. Percaya Diri yang rendah hati, Yakin yang tahu diri.

3. Keyakinan diri yang baik akan menghasilkan Perasaan yang baik. Nikmatilah dengan penuh syukur perasaan baik yang Allah titipkan tersebut... Sekarang juga! Maka dengan memperbanyak rasa syukur akan semakin nikmat rasanya.

4. Perasaan baik akan melahirkan keriangan dan kecerdasan berpikir. Artinya perasaan baik akan melahirkan pikiran-pikiran yang baik dan positif, sehingga terlindungi dari godaan bisikan setan untuk selalu berpikir negatif..

5. Pikiran yang baik akan melahirkan kesantunan kata. Artinya perasaan dan pikiran yang baik akan melahirkan perkataan yang baik, benar, santun dan penuh hikmah.

6. Perkataan yang baik akan menuntun kita untuk bertindak baik. Artinya Perkataan yang baik melahirkan perbuatan yang baik.

7. Perbuatan yang baik bila terus diistiqomahkan akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik.

8. Dan Kebiasaan baik yang ikhlas akan membentuk Karakter yang baik.

9. Setelah memiliki karakter yang baik maka lahirlah NASIB  yang baik dalam kehidupan kita.

Jadi urut-urutannya adalah :
1. Berprasangka baik kepada Allah akan melahirkan :
2. Keyakinan Diri yang baik, lalu lahirlah :
3. Perasaan yang baik, lalu melahirkan :
4. Pikiran yang baik, lalu melahirkan :
5. Perkataan yang baik, lalu melahirkan :
6. Perbuatan yang baik, lalu melahirkan :
7. Kebiasaan yang baik, lalu melahirkan
8. Karakter yang baik, lalu melahirkan
9. Nasib yang baik.


Kesimpulannya :
1. Ketika kita ingin mentransformasi nasib menjadi lebih baik maka kita harus banyak menghadirkan dan melakukan kebaikan dalam hidup kita.

2. Bersabarlah, memang awalnya kita lah yang berupaya dengan izin-Nya untuk membentuk Karakter yang baik, tapi setelah terbentuk Karakter yang baik maka Karakter baiklah yang akan berupaya membentuk NASIB BAIK untuk kita, atas izin Allah.

Baca Selengkapnya......

Berdayakan Diri mu, Sekarang Juga !!!

Agar KEMAMPUAN DIRI Terus Meningkat dan MAMPU di Tingkatkan
Dalam DOA di kesehariannya, Mohonkan hal ini pada Allah...

1. Kemampuan untuk "Menerima" semua apapun yang HADIR yang tidak bisa kita Rubah...
a. Berikan Makna yang berbeda.   b. Beri Arti, Nilai yang positif.

2. Kemampuan untuk "Mengubah dan Memperbaiki" semua apapun yang masih bisa di Rubah dan di Perbaiki. (*Butuh ILMU serta Bimbingan dan Tuntunan Guru)

3. Kemampuan untuk "Memilah Memilih dan Mengambil Keputusan" secara Bijak, Fokus pada hal yang selalu Membaikkan, Memberdayakan dan Mendekatkan Diri pada Allah.

4. Kemampuan untuk senantiasa berPikir berSikap dan berTindak secara Cepat Tepat sesuai Benar dalam Bimbingan dan Tuntunan Allah selalunya.

5. Kemampuan untuk menyikapi hal apapun yang HADIR dalam Hidup dengan Sikap Diri yang Terbaik selalunya. Senyum Tenang Tabah Sabar Damai BerSyukur Ikhlas Pasrah BerSerah Diri sepenuhnya pada Allah.

Ya Allah Karuniakan Kemampuan tersebut pada kami…..
Alhamdulillah aamiin
Terima Kasih Ya Allah atas segalanya

Untuk Lebih Memastikan adanya Kemampuan yang Lebih Meningkat, maka PASTIKAN Ikuti Program Pelatihan Buka Aura Nur Ilahi NurSyifa’.
No Action Nothing Happened, Take Action Miracle Happened
Mari Segerakan PERUBAHAN, Jangan Menunggu hingga Hidup mu Susah dulu baru Mau Berubah !!!

Baca Selengkapnya......

Tuesday, February 9, 2016

Bekerja dengan Kualitas yang MELAMPAUI Bayaran


Bila Anda di gaji Rp. 10.000.000,- oleh perusahaan, namun anda Bekerja seperti orang di gaji Rp. 20.000.000,-
Maka Allah akan MEMBAYAR Lebihnya dengan Kesehatan, Karir, Keluarga Sejahtera, Perlindungan Keselamatan, Keharmonisan, dll.

Namun sebaliknya, bila Anda bekerjanya seperti orang yang bergaji Rp. 5.000.000,-
Maka Allah pun akan MENUNTUT Sisanya dengan Penyakit, Kesulitan, Musibah, Hutang, dll.

Jadi...BEKERJALAH YANG MAKSIMAL

Ikhlaslah, Yakinlah dengan Ketentuan dan AturanNya. Lalu PerHATIkan apa yang akan Allah Karuniakan untuk Hidup mu !!!
-------------
Salah satu ciri orang yang MEMANTASKAN DIRI atau orang yang "Membesarkan Wadah", adalah :
Dia selalu bekerja dengan kualitas yang Melebihi bayarannya ... Misalnya, dia dibayar sejumlah X, tapi dia bekerja dengan kualitas 10X nya ... Ini contoh ...
Lama kelamaan, Kehidupan melihat (Allah Mengetahui), orang itu tidak pantas dibayar segitu ... Maka dinaikkanlah Derajat, Pangkat dan Rejekinya ...
Caranya? Entah bagaimana cara-NYA ... Keadilan akan ditegakkan dan itu PASTI ... Dalam hal ini, tidak perlu mendikte-NYA, tentang kapannya dan bagaimananya ...
Lha kalau misalnya, dia adalah seorang karyawan dengan gaji tetap, atau kenaikan gajinya belom tentu 5 tahun sekali ... Apa gunanya bekerja melebihi bayarannya? ... Toh bosnya tetep bayar dia segitu khan? Ngapain juga? Percuma?

Sesungguhnya, setiap dari kita ini BEKERJA untuk Kehidupan ...
 
Jadi, misalpun bos atau owner perusahaan itu pelit ... Namun seseorang itu tetap Setia, Bekerja dengan Kualitas Melebihi Bayarannya ...
Maka kehidupan, selalu punya cara, untuk "MEMBAYAR" Kualitas orang itu ... Kehidupan tidak kehabisan strategy, untuk menaikkan Derajat, Pangkat dan Rejeki orang itu ... Ini tidak akan meleset ... PASTI !
Bisa dengan munculnya "Hadiah-hadiah" di luar gaji ...
Karena Rezeki tidak identik dengan gaji ... Atau, kalau memang antara "Kesetiaan memberikan Kualitas" dan "Bayaran", perbandingannya terlalu tidak pantas, bisa saja seseorang itu dipertemukan dengan peluang yang lebih baik ... Atau, dia akan ketemu bos lain, yang akan membayar dia sangat besar ... Skenarionya tak terduga pokoknya ...

Salah satu cara "Demo Naik Gaji" yang paling teruji selama berabad-abad adalah, dengan cara "Bekerja dengan Kualitas Melampaui Bayaran" ... 

Karena dengan cara itu, seseorang sedang membesarkan wadahnya ... Wadah yang besar, isi akan menyesuaikan ... Wadah yang kecil, ya tetap akan menerima kecil, bagaimanapun besar Usaha dan Napsu mendapatkannya ...

Selamat Bekerja dengan Kualitas yang MELAMPAUI Bayaran / Gaji ...
TERAPI NURSYIFA’ - TERAPI SEKALIGUS BERIBADAH

Baca Selengkapnya......