
Saturday, May 17, 2008
Foto Kegiatan Terapi Pembersihan NurSyifa'

Konsultasi Spiritual NurSyifa' (Segala Permasalahan Hidup)
- Konsultasi Usaha Karir Pekerjaan - Konsultasi Pengobatan -
" Berdasarkan Al-Qur'an & As-Sunnah "
" Maka Bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai Keahlian jika kamu tidak mengetahui ". ( QS. An-Nahl: 43 )
" Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya ( Profesinya ) ". ( QS. Al Isra : 84)
Nabi Saw bersabda: " Obat segala Kesulitan adalah Bertanya ( Konsultasi ) "
Penyakit Medis-Non Medis, Bisnis, Tender-Proyek, Karir-Pangkat-Jabatan, Pekerjaan, Usaha, Mencari Pekerjaan yang Cocok, Mencari Sekolah/Pendidikan Formal yang Sesuai, Mencari Jodoh Sejati, Kehilangan Barang, Kehilangan Keluarga, Suami-Istri-Anak-Keponakan-dll, Merukunkan Pasangan, Menyambung Tali Kasih, Mengatasi Gangguan PIL/WIL, Perselingkuhan, Membantu Mempercepat Jual Beli Rumah-Tanah, dll.
Pendahuluan :
Di dunia ini banyak sekali kesibukan dan problematik kehidupan yang muncul baik dalam bisnis, karir, usaha, pekerjaan maupun dalam keharmonisan keluarga, maka kita membutuhkan konsultan, yang bisa memberi kita masukan yang kita butuhkan secara lengkap dan terpercaya dalam berbagai hal.
Untuk Bisnis anda pasti membutuhkan konsultan bisnis yang qualified yang bisa memberikan proyeksi bisnis yang anda butuhkan, masukan yang lengkap, situasi bisnis anda dan lawan bisnis anda, saran-saran yang bermanfaat dan bisa memajukan bisnis anda, dlsb.-nya.
Untuk Karir, Pekerjaan, Usaha anda, anda membutuhkan konsultan spiritual yang bisa membaca sifat-sifat, niat-niat, seseorang, yang bisa menilai dan tentu saja harus mempunyai kemampuan untuk melihat kemasa depan agar bisa mengetahui apa yang akan terjadi, bilamana buruk, bagaimana cara untuk merubahnya, mengatasinya.
Atau bila anda sedang mempunyai masalah berat, mungkin sifatnya rahasia, yang ingin anda konsultasikan, secara pribadi, akan tetapi belum ada orang yang bisa anda percayai.
Untuk Keluarga anda, anda tentu membutuhkan konsultan keluarga yang bisa memberikan berbagai jawaban yang bisa memuaskan hati Anda, baik untuk masalah keluarga pada umumnya dan kemungkinan anda kena kiriman santet, teluh atau guna-guna, yang mengakibatkan anda menderita, atau gangguan mahluk halus, bahkan masalah PIL - WIL, gangguan orang ketiga dan keharmonisan keluarga.
Kalau anda memang menginginkan semua problematika anda bisa diselesaikan , anda membutuhkan konsultan terpercaya yang bisa menjawab semua pertanyaan anda, bila yang ada belum bisa memuaskan anda, mungkin kami yang anda cari dan butuhkan.
Mengapa anda tidak datang saja kepada kami, setidaknya ini awal dari usaha anda agar bisa mendapatkan saran dan masukan yang potensial, bila anda tidak mencobanya, mungkin anda kehilangan peluang bagus anda.
Konsultasi mengenai karir, bisnis, usaha, pekerjaan, boss, rekan sekerja, jodoh, pacar /kekasih / calon isteri - suami, bagaimana sifat-sifatnya, keinginannya, hatinya, cara mendekatinya, dll., Juga niat-niat jahat seseorang, bagaimana menanggulanginya, dan lain-lain problematik dalam rumah tanggadan kehidupan. Insya Allah semua jelas dan gamblang berikut solusinya.
Dengan Terapi Islami NurSyifa', kejadian dimasa lampau dapat dilihat, sehingga bisa untuk mengetahui kehilangan barang, uang, kendaraan, dll. Bila masih hak-nya, bisa ditemukan kembali.
Mobil yang hilang bisa dideteksi keberadaanya saat ini sedang dimana, siapa yang mengambil, berapa orang, dan bagaimana mendapatkannya kembali, dlsb.
Merukunkan keluarga dan tali kasih.
Bisa juga untuk mengembalikan Isteri, Suami, anak yang hilang / pergi dari rumah. Dan alasan kepergiannya ( hatinya ) juga bisa diketahui, untuk instrospeksi, untuk mengetahui cara mengatasinya dimasa yang akan datang, agar tidak terulang kembali.
BIAYA KONSULTASI :
Rp. 250.000,- - Rp. 500.000,-- / USD 30 - 50 untuk 1 kali konsultasi
Rp. 500.000,- - Rp. 1 juta / USD 50 -100 untuk 3 kali konsultasi
Biaya Konsultasi Tergantung Permasalahannya dan ada tambahan bila Harus di "Ritualkan" secara khusus.
JAM KONSULTASI (dengan Perjanjian) :
Senin s/d Sabtu, pagi jam 10.00 - 14.00, malam jam 17.00 - 20.00,
Minggu siang 10.00 - 14.00 .
------------------------------------------------
Rp. 250.000,- - Rp. 500.000,-- / USD 30 - 50 untuk 1 kali konsultasi via Telpon
Rp. 500.000,- - Rp. 1 juta / USD 50 -100 untuk 3 kali konsultasi via telpon
Biaya Konsultasi dibayarkan terlebih dahulu, setelah konfirmasi selanjutnya diatur untuk Jadwal Konsultasinya.
Biaya Konsultasi Tergantung Permasalahannya dan ada tambahan bila Harus di "Ritualkan" secara khusus.
CARA TRANSFER BIAYA KONSULTASI :
Rupiah :
Transfer Bank BCA Jakarta-Gondangdia, Dengan Rekening no.: 455 - 1088 779 Atas Nama Retno Dewi (untuk wilayah Indonesia).
Transfer Bank BRI Jakarta dengan rekening no.: 0230-01-021033 - 508 Atas Nama Retno Dewi (untuk wilayah Indonesia)
Transfer Bank BII Jakarta dengan rekening no.: 1-072-28005. Atas Nama Retno Dewi (untuk wilayah Indonesia)
US Dolar : Transfer Lewat Western Union (untuk Luar Negeri).
Harap memberitahukan No. Slip Transfer ke Email NurSyifa' ( renowi26@yahoo.com ), Nama Pengirim, Alamat dan Jumlah Uang.
Kirimkan Transfer ke :
Hj. Retno Dewi ,
Jalan Kalipasir Tembok no. 26 Menteng Raya Jakarta Pusat 10340 - Indonesia.
Info Lengkap hubungi :
Karena Kesibukan dan banyaknya yang berkonsultasi pada Ibu Hj. Retno Dewi, maka silahkan mendaftar terlebih dahulu agar tidak menunggu terlalu lama
Terapi NurSyifa' (62) 21 3147850
Hj. Retno Dewi (62) 816 14 23923
Tuesday, May 13, 2008
Kebodohan.....penyakit yang Membinasakan
Artikel / Tazkiyatun Nufus :
Bodoh adalah salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan dan sangat mengerikan akibatnya. Akan tetapi sering dan mayoritas penderitanya tidak merasa kalau dirinya sedang terjangkit penyakit berbahaya ini. Dan karena penyakit bodoh inilah muncul penyakit-penyakit hati yang lain seperti iri, dengki, riya, sombong, ujub (membanggakan diri) dan lainnya.
Bodoh adalah salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan dan sangat mengerikan akibatnya. Akan tetapi sering dan mayoritas penderitanya tidak merasa kalau dirinya sedang terjangkit penyakit berbahaya ini. Dan karena penyakit bodoh inilah muncul penyakit-penyakit hati yang lain seperti iri, dengki, riya, sombong, ujub (membanggakan diri) dan lainnya. Kebodohan ini penyakit hati yang berbahaya lebih dahsyat dibanding penyakit badan. Karena puncak dari penyakit badan berakhir dengan kematian, adapun penyakit hati akan mengantarkan penderitanya kepada kesengsaraan dan kebinasaan yang kekal. Semoga tulisan singkat ini menjadikan peringatan bagi kita semua, sehingga kita semua tersadar untuk merubah keadaan yang berbahaya dan mengerikan ini untuk kemudian meraih kehidupan yang diridhoi oleh Allah Taala.
KEBODOHAN SUMBER SEGALA PENYAKIT HATI DAN KEJAHATAN
Karena kebodohan ini adalah sumber segala penyakit hati dan sumber segala kejahatan. Kebodohan ini penyakit hati yang berbahaya lebih dahsyat dibanding penyakit badan. Karena puncak dari penyakit badan berakhir dengan kematian, adapun penyakit hati akan mengantarkan penderitanya kepada kesengsaraan dan kebinasaan yang kekal. Manusia yang terkena penyakit ini hidupnya hina dan sengsara di dunia maupun di Akherat. Allah Taala banyak menyebutkan dalam Al-Quran tentang tercelanya dan hinanya serta balasan dan akibat bagi orang-orang yang bodoh yang tidak mau tahu tentang ilmu agama di dunia dan akherat. Diantaranya Allah menyatakan dalam
Di dalam ayat ini, Allah Taala menyerupakan orang-orang bodoh yang tidak mau tahu ilmu agama seperi binatang ternak bahkan lebih sesat dan jelek.
Di dalam
Dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa orang-orang bodoh yang tidak mau memahami kebenaran adalah binatang yang paling jelek diantara seluruh binatang-binatang melata seperti keledai, binatang buas, serangga, anjing dan seluruh binatang yang lain. Maka orang-orang bodoh yang tidak mau kebenaran lebih jahat dan lebih jelek dari seluruh binatang.
Kemudian Allah Taala juga menyatakan bahwa orang-orang yang bodoh seperti orang-orang yang buta yang tidak bisa melihat sebagaimana dalam surat Ar Rodu : 19. Allah berfirman: Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sama dengan orang yang buta ?
Dan sungguh Allah Taala banyak mensifati orang2 yang jahil (bodoh) itu dengan bisu, buta & tuli.
Kemudian keberadaan orang-orang yang jahil terhadap dakwahnya para rosul sejak rosul yang pertama sampai rosul yang terakhir, mereka adalah musuh yang paling berbahaya bahkan musuh para rosul yang sebenarnya. Hingga Musa alaihissalam berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang yang jahil, sebagaimana dlm surat Al-Baqoroh: 67, Aku berlindung kepada Alloh agar tidak menjadi orang yang jahil.
Dan Allah juga memerintahkan kepada nabinya shollallaahu alaihi wassalam untuk berpaling dari orang yang jahil : Dan berpalinglah engkau dari orang-orang yang jahil !
Kemudian Allah Taala juga menyerupakan orang jahil yang tidak menerima dakwah rasul seperti orang yang mati dan telah terkubur, walau jasad mereka hidup. Karena dakwah rasul itu ilmu dan iman. Ilmu dan iman inilah yang menjadikan hati itu hidup, kalau ilmu dan iman tidak terdapat di hati orang maka orang itu menjadi bodoh. Dan orang yang bodoh matilah hatinya.
Akibat dari kebodohan inilah maka kehidupan dia di dunia seperti orang buta tidak bisa melihat kebenaran. Siapa yang tidak mengerti kebenaran maka dia sesat dan menjalani hidup ini tanpa arah.
Orang yang buta mata hatinya akibat kebodohannya, nanti akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Dan tempatnya adalah neraka jahannam. Sebagaimana firman Allah Taala dalam surat Al-Isra: 72 dan 97.
Barang siapa di dunia ini buta mata hatinya maka dia di akherat lebih buta dan lebih tersesat dari jalan yang benar Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat diseret atas muka mereka di seret dalam keadaan buta, bisu dan pekak, tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam.
Demikianlah akibat dan balasan bagi orang-orang yang bodoh yang tidak mau tahu ilmu agama ini. Karena memang demikianlah keadaan mereka di dunia. Dan manusia dibangkitkan sesuai dengan keadaan hatinya. Kebodohan juga salah satu sifat dari sifat-sifat penduduk neraka sebagaimana Allah menyatakan dalam surat Al-Araf: 179.
Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka punya hati tapi tidak digunakan untuk melihat dan mereka punya telinga tapi tapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Dalam ayat ini Allah Taala mengabarkan tentang sifat-sifat penduduk neraka jahanam yaitu orang-orang yang tidak memperoleh ilmu karena tidak mau menggunakan sarana-sarana untuk mendapatkan ilmu yaitu: akal, pendengaran, dan pengelihatan sehingga mereka menjadi orang-orang yang bodoh.
Ini semua adalah menunjukkan tentang jeleknya kebodohan itu dan tercelanya, orang yang jahil di dunia dan di akherat. Betapa bahayanya dan mengerikannya kalau kebodohan itu menimpa seseorang, dia akan menerima akibatnya yang membinasakannya. Padahal kalau kita melihat keadaan kaum muslimin sekarang ini yang ada di sekitar kita, sungguh mereka telah dilanda penyakit yang mengerikan ini. Kalau kita tahu sedikit saja tentang agama ini dan berusaha untuk mengamalkan maka kita akan tahu kenyataan yang menyedihkan, kebodohan telah merata baik secara individu, keluarga, masyarakat dan negara. Namun mereka tidak merasa kalau mereka sedang dijangkit penyakit berbahaya yang akan membinasakan dirinya. Mereka tertawa dan terlena dengan kegemilangan dunia, tidak sadar kalau mereka di atas kesesatan bahkan di dalam kekafiran, kebidahan dan kemaksiatan. Namun karena kebodohan, mereka tidak merasa, bahkan merasa di atas kebenaran dan ketaatan. Tatkala disampaikan Al-haq, mereka merasa resah dan tertuduh sesat. Kenyataan ini melanda mayoritas kaum muslim, orang mudanya, orang tuanya, rakyatnya dan pimpinannya. Sungguh menyedihkan kenyataan ini.
Maka bagaimana kalau hal ini terus berlarut-larut dibiarkan ?
Semoga tulisan singkat ini menjadikan peringatan bagi kita semua, sehingga kita semua tersadar untuk merubah keadaan yang berbahaya dan mengerikan ini untuk kemudian untuk meraih kehidupan yang diridhoi oleh Allah Taala yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan yang abadi, di dunia maupun di akherat. Dan keadaan seperti ini tidak akan ada jalan lain untuk merubahnya kecuali dengan bekal ilmu yang bermanfaat. Karena kebodohan adalah penyakit hati yang tidak ada obatnya kecuali dengan ilmu. Sebagaimana sabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam :
Tidak lain obatnya kebodohan selain bertanya (HR. Ibnu Majjah, Ahmad dan yang lainnya).
Oleh karena inilah Allah menamakan Al-Quran sebagai obat bagi segala penyakit hati. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Yunus: 57
Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Karena inilah kedudukan ulama seperti dokter, yakni dokter hati. Maka butuhnya hati terhadap ilmu seperti butuhnya nafas terhadap udara bahkan lebih besar.
Ilmu itu bagi hati laksana air bagi ikan, apabila hilang air maka matilah ikan.
Jadi kedudukan ilmu bagi hati laksana cahaya bagi mata, laksana mendengarnya telinga terhadap ucapan lisan, apabila semua ini hilang maka hati itu laksana mata yang buta, telinga yang tuli dan lisan yang bisu.
Sayidina Ali bin Abi Thalib, seorang sahabat Rasulullah saw. yang sangat terkenal kebijakannya berkata, " Barangsiapa sedang mencari ilmu, maka sebenarnya ia sedang mencari surga, dan barangsiapa mencari kemaksiatan, maka sebenarnya dia sedang mencari neraka." Jadi tidak diragukan lagi, barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan, maka Allah akan memudahkan baginya jalan untuk menuju surga.
Ada seorang ahli hikmah yang mengatakan bahwa ilmu itu ibarat baterai (aki) mobil. Semakin sering mobil itu dipakai maka semakin besar pula muatan listrik baterai tersebut. Sebaliknya jika mobil itu tidak / jarang digunakan maka baterainya akan menjadi lemah dan akhirnya benar-benar akan menjadi rusak. Rasulullah SAW pun menegaskan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah kita miliki dengan sabdanya yang terkenal :
" Barangsiapa mengamalkan apa-apa yang ia ketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya, dan Allah akan menolong dia dalam amalan nya sehingga ia mendapatkan surga. Dan barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya maka ia tersesat oleh ilmunya itu. Dan Allah tidak menolong dia dalam amalannya sehingga ia akan mendapatkan neraka ".
Dalam Al Qur'an, Allah telah berfirman bahwasanya Dia meninggikan posisi orang yang berilmu beberapa derajat lebih tinggi dari orang awam :
" Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan Orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat " QS. Al Mujaadilah (58) : 11
Rasulullah SAW. bersabda : " Menuntut ilmu itu hukumnya fardhu atas tiap-tiap orang islam."
Sayidina Ali bin Abi Thalib yang oleh Rasulullah saw. dijuluki sebagai pintu gerbangnya Ilmu, mengatakan, "Tiada kekayaan lebih utama daripada akal. Tiada kepapaan lebih menyedihkan daripada kebodohan. Tiada warisan lebih baik daripada pendidikan".
Jangan sampai Kita jadi orang bodoh karena tidak mau belajar dan jadi penghuni Neraka Jahanam
Keilmuan dlm Program Kecerdasan Anak (NurSyifa' Brain Therapy plus)
Terapi 1
|
Karunia Ilahi & Konfigurasi 1
Kl 1 diterapkan untuk membersihkan anak dari pengaruh jahat, energi negatif, hawa kegelapan dan makhluk – makhluk pengganggu. Konfigurasi 1 berguna untuk meningkatkan energi ketenangan, ketentraman jiwa raga hati dan pikiran.
|
Terapi 2
|
Ilmu Ma’unah Penyapuan 2 & Benteng Perlindungan Lengkap
MP 2 diterapkan untuk menyempurnakan bersihnya anak dari segala pengaruh jahat, energi negatif, hawa kegelapan dan makhluk- makhluk pengganggu.
Benteng Perlindungan lengkap bagi turunnya Perlindungan Karunia Allah (diberikan agar si anak selalu terlindungi & aman dari berbagai gangguan).
|
Terapi 3
|
Ilmu Karunia Ilahi 2 ( Kuas ) & Konfigurasi 2
Kl 2 bermanfaat guna membersihkan anak dari segala unsur – unsur hewani & sifat – sifat negatif (hawa amarah, malas, tidak percaya diri, susah diatur, dll). Konfigurasi 2 untuk menyempurnakan energi konfigurasi 1, serta persiapan wadah bagi penerapan ilmu Konfigurasi 3.
|
Terapi 4
|
Ma’unah 2 & Sugesti 2
Ma’unah bagi rekonstruksi neuron–neuron & syaraf–syaraf otak kecil, hingga bisa mendatangkan berbagai ilmu – ilmu yang bermanfaat, pengetahuan, serta wawasan yang luas …mempermudah dalam mempelajari, mengingat & memahami sesuatu .
Sugesti 2 untuk meningkatkan berbagai Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Emosional (EQ).
|
Terapi 5
|
Ilmu Pemancar Quantum NurSyifa’, Kl 3, Hulk ( Tangan Imajiner )
Energi ilmu PQN & Kl 3, berpadu untuk meningkatkan neuron-neuron & syaraf–syaraf otak anak, meningkatkan regenerasi sel diseluruh tubuh, meningkatkan sistem metabolisme tubuh.
Tangan imajiner berfungsi memantulkan energi hingga terserap total, menuju pada arah kebaikan, puncak prestasi dalam studi & kehidupan, dengan ridho-Nya.
|
Terapi 6
|
Ilmu Peningkatkan Kecerdasan & Konfigurasi 3
PK memantapkan aktifitas neuron & sel syaraf otak kecil, menyeimbangkan fungsi Otak kanan dan Otak kiri, mengoptimalkan berbagai fungsi kecerdasan : IQ, EQ, SQ.
Konfigurasi 3 berfungsi untuk meningkatkan energi, hingga membantu bangkit & tumbuhnya Nur Asmaul Husna, Nur Akhlaqul Karimah (budi pekerti yang baik) didalam diri.
|
Terapi 7
|
Ilmu Asma–ul ‘Izhoom ( Pengisian ), Sugesti 2
Asmaa–ul ‘Izhoom untuk meningkatkan, memperbesar, memperluas wawasan & pengetahuan tanpa batas hingga menjadi manusia yang penuh manfaat, menjadi anak yang Soleh/Soleha. Membangkitkan dan menumbuhkan Nur Akhlaqul karimah (Budi pekerti yang luhur, sifat-sifat, tingkah laku, perbuatan, ucapan, pemikiran dan kebiasan yang baik). Menumbuhkan dan memantapkan Nur Asmaul Husnah
|
Terapi 8
|
Ilmu Maunah 2 & Sugesti 2 + alat PQN®
M2 & Sugesti 2 guna membangkitkan & mengaktifkan semua kepekaan yang ada dalam diri (kepekaan gerak, rasa, energi, batin, mata batin, dll) yang positif & bermanfaat bagi diri si anak guna menunjang mengatasi berbagai masalah dalam kehidupannya.
|
Terapi 9
|
Ilmu Peningkatan Kecerdasan & Sugesti 2 / 3 + alat PQN®
Dua ilmu ini difokuskan bagi aktifnya kekuatan, kemampuan & keilmuan yang positif & bermanfaat. Meningkatkan, memperbesar serta memperluas wawasan, pengetahuan tanpa batas menjadi manusia penuh manfaat. Pengisian dengan kekuatan, kemampuan, keilmuan yang Positif & Bermanfaat. Meningkatkan, Memperbesar, Memperluas Wawasan dan Pengetahuan Tanpa Batas menjadi Manusia Penuh manfaat. Menumbuhkan, Memantapkan Nur Asmaul Husnah dan Nur Akhlaqul Karimah.
|
Terapi 10
|
Ilmu PQN, Kl 3, Tangan Imajiner, An NUUR 35 + alat PQN®
Menumbuhkan dan Memantapkan serta Mewujudkan Nur Asmaul Husnah dan Nur Akhlaqul Karimah dalam Sikap Perbuatan, Tingkah Laku, Ucapan, Pemikiran dan Kebiasaan sehari-hari, agar selalu berpikir, Bersikap dan Bertindak Positip & Penuh Manfaat.
Meningkatkan dan Melipatgandakan Percaya Diri, Stamina Tenaga dan Vitalitas, Semangat Belajar & Ibadah, dll. Melipatgandakan semua Kepekaan yang positif dan bermanfaat dalam diri. Mendatangkan berbagai ilmu-ilmu yang Manfaat dan Pengetahuan serta Wawasan yang luas, Mempermudah dalam Mempelajari, Mengingat dan Memahami Sesuatu.
Pengisian dengan Cahaya di atas Cahaya, Cahaya Allah dalam QS. An-Nuur ayat 35.
Memperbesar Suara Hati dan Memantapkan Gerak Hati agar senantiasa digerakkan ke arah Kebaikan, Puncak Prestasi & Kesuksesan, Kesejahteraan Lahir Bathin, Menemukan Jalan Keluar yang Terbaik, Rejeki yang Berlimpah, Meningkat Iman-Ilmu-Taqwa-Ibadah serta kedekatan pada Allah SWT. > Khusus di Terapi oleh : Reno Wilopo, SE, MM (pembimbing utama)
|
Program Peningkatan Kecerdasan Anak
Berikut ini adalah :
Menjalani Terapi sebanyak 10 x Terapi dan 5 x Terapi tambahan, Khusus Terapi ke 10 oleh pembimbing utama : Reno Wilopo, SE, MM
Wednesday, May 7, 2008
Kekuatan dan Keajaiban Doa
Dalam satu kesempatan kawan saya ini bercerita bahwa ia telah beberapa kali berhasil mencapai goal-nya (tujuan) tanpa harus berdoa seperti orang pada umumnya. Saya lalu menggali lebih lanjut dan bertanya, Kalau tidak berdoa, seperti kebanyakan orang, lalu apa yang kamu lakukan?
Ya itu... saya juga bingung. Saya hanya punya keinginan atau harapan saja. Nggak pernah berdoa sampai minta-minta banget sama Allah. Misalnya saat saya ingin pindah dari
Kawan saya lalu menceritakan beberapa kejadian lain yang ia alami yang tampaknya bersifat kebetulan saja. Apa yang ia harapkan ternyata benar-benar terjadi. Dan ini ia dapatkan dengan mudah.
Nah, sebelum saya bercerita lebih jauh saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada anda, Apakah anda rajin berdoa? Apakah doa yang anda panjatkan kepada Allah, Sang Maha Pencipta, sering, jarang, atau malah nggak pernah terkabul? Pernahkah anda bertemu dengan kawan anda (orang lain) yang jarang berdoa namun kualitas hidupnya jauh lebih baik dari Anda? Allah ini benar-benar adil atau nggak, sih?
Saya percaya 1.000% bahwa Allah, Sang Maha Pencipta bersifat adil seadil-adilnya. Hal ini saya Imani dan saya Amini dengan sepenuh hati. Sama sekali tidak ada keraguan dalam hati saya mengenai hal ini. Bagaimana dengan Anda?
Namun, mengapa ada banyak doa yang tidak mendapat jawaban? Mengapa ada orang yang tampaknya nggak “spiritual” tapi kok ya hidupnya jauh lebih baik dari orang yang mengaku “spiritual”?
Dulu, pertanyaan yang sama sangat mengganggu pikiran saya. Saya berusaha mencari jawabannya. Dan, setelah mencari cukup lama saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan, yang menurut saya pribadi, merupakan kunci bagi doa yang cespleng.
Saya berangkat dengan satu keyakinan bahwa Allah bersifat adil (Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) dan akan selalu menjawab setiap doa kita, seperti yang tertulis di Al Quran, “Ketuklah maka pintu akan dibukakan”, “Mintalah kepadaKU niscaya akan Aku berikan”.
Pertanyaannya adalah “Pintu” mana yang harus kita ketuk dan bagaimana cara kita memintanya (baca: berdoa) dengan benar?
Pintu memang harus diketuk dan dibuka. Pintu yang dimaksud di sini adalah “Pintu Hati (Nurani)” kita. Dan yang harus mengetuk dan membukanya adalah kita sendiri. Pintu hati dibuka dari dalam, oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain dari sebelah luar. Banyak orang yang salah mengartikan “Ketuklah maka pintu akan dibukakan” dengan berharap bahwa akan ada “Seseorang” yang akan membukakan pintu itu bagi mereka. Lebih parah lagi kalau kita sampai berpikir bahwa adalah tugas orang lain untuk mengetuk pintu hati kita.
Lalu, bagaimana dengan pernyataan “Mintalah kepadaKU niscaya akan Aku berikan”? Saya melihat banyak yang salah mengartikan pernyataan ini. Benar kita bisa atau boleh berdoa dan memohon/meminta kepada Allah Yang Kuasa. Namun mengapa seringkali doa kita tidak terjawab? Pasti ada yang kurang pas atau salah dengan cara kita meminta, kan?
Ada Dua Tahap yang harus diperhatikan agar doa kita bisa benar-benar cespleng. Bicara mengenai doa sebenarnya bukan hanya menyangkut apa yang kita Panjatkan atau Ucapkan. Bila kita berdoa, yang paling berpengaruh, saya ulangi dan tekankan, yang paling berpengaruh, adalah Suasana Hati atau Perasaan kita, bukan kata-kata yang kita susun dengan sedemikian indah seperti syair. Doa masuk dalam ranah rasa/afeksi (dimensi rasa) bukan semata-mata urusan kognisi.
Langkah pertama, sebelum kita bisa berdoa dengan baik, benar, dan tulus adalah dengan membersihkan Hati dan Pikiran kita dari muatan-muatan emosi negatif. Bagaimana caranya? Dengan membuka Pintu Maaf selebar-lebarnya. Dengan Memaafkan.
Memaafkan mengandung makna kita melepas semua beban pikiran, semua luka batin atau pengalaman traumatik dari masa lalu, semua perasaan diri kotor dan tidak berharga, ketakutan, iri-dengki, kemarahan, dan berbagai emosi negatif lainnya.
Setelah kita mampu memaafkan barulah kita melanjutkan ke Langkah kedua yaitu kita Harus Yakin dan Percaya bahwa Allah Sang Maha Pencipta telah menyediakan apapun yang kita perlukan (menyediakan Rizki), dan saat ini kita telah mendapatkannya. Jadi, ini sebenarnya sama seperti saat kita melakukan afirmasi (sugesti diri) atau visualisasi. Yakinlah kalau apa yang kita impikan atau inginkan sudah berhasil kita raih. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kapan doa kita diwujudkan dan Terwujud? Nah, kalau yang ini urusan Allah. Semua butuh proses. Kita nggak bisa main paksa. Semua ada waktunya. Intinya, kita perlu mengembangkan perasaan yakin, syukur, & pasrah bahwa semua hal yg baik akan terjadi dalam hidup kita. Berprasangka yang baik.
Apa dan siapa saja yang perlu kita maafkan?
Pertama kita harus memaafkan diri kita sendiri. Seringkali orang tidak bisa berdamai dengan diri mereka sendiri. Untuk itu, sebagai langkah awal, maafkanlah diri Anda sendiri. Terima, syukuri keadaan Anda, dan cintailah diri Anda apa adanya. Seringkali yang menghambat diri kita adalah perasaan bersalah, kesedihan mendalam, kekecewaan, kemarahan, sakit hati, dendam, takut, iri, dengki, frustrasi, dan stres. Sadarilah bahwa diri Anda yang sekarang adalah hasil dari proses perjalanan hidup sebelumnya. Jadi, diri Anda di masa depan akan ditentukan oleh apa yang Anda lakukan saat ini. Apa yang Anda kerjakan sekarang. Semua bisa dan akan berubah menjadi lebih baik.
Kedua, kita harus bisa memaafkan orang lain yang pernah “menyakiti” kita. Kata “menyakiti” ditulis dalam tanda kutip karena sering kali yang terjadi adalah kita salah memberikan makna atas apa yang kita alami. Dengan kata lain seringkali apa yang kita alami sebenarnya bukanlah sesuatu yang menyakitkan. Peristiwa itu menjadi “menyakitkan” karena pikiran kita salah dalam memberikan makna dan mengakibatkan munculnya emosi negatif terhadap peristiwa itu. Nah, yang menyakitkan adalah emosi negatif yang terus kita rasakan karena kita melekat pada perasaan itu.
Setelah memaafkan orang lain kita perlu Memaafkan Masa Lalu kita. Apapun kejadian, peristiwa, situasi, atau apa saja yang pernah kita alami di masa lalu, yang kita rasa menyakiti hati kita, perlu kita maafkan dan lupakan. Ikhlaskan saja karena semua sudah terjadi dan tidak mungkin ada yang bisa diubah lagi.
Terakhir, kita perlu Memaafkan Allah. Anda mungkin berpikir, Lha, saya ini siapa? Kok bisa-bisanya saya perlu memaafkan Allah. Apa dipikir saya ini lebih hebat, lebih berkuasa dari Allah?
Jangan salah paham. Kita tidak ada apa-apanya dibanding dengan Allah. Memaafkan Allah maksudnya adalah kita perlu melepas (istilah teknisnya release) emosi dan pemikiran negatif mengenai Allah. Seringkali baik secara sadar maupun tidak sadar kita marah, kecewa, sakit hati, dan jengkel sama Allah. Memang, kita nggak berani mengungkapkan perasaan ini secara terbuka karena takut dosa. Namun ketidakpuasan kita terhadap Allah tampak dalam kalimat “Nasib saya kok seperti ini ya?”, “Ya, memang sudah takdir saya seperti ini”, “Hidup adalah penderitaan”, “Kemalangan dan kepahitan hidup ini adalah cobaan dari Allah”, dan masih banyak ungkapan “Negatif” lainnya.
Ketidakpuasan kita terhadap Allah juga tampak dalam sikap kita yang tidak bersyukur dan berterima kasih, kepada Allah, untuk keadaan dan keberadaan kita. Secara tidak sadar kita sering membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Celakanya, saat membandingkan diri kita dengan orang lain, yang selalu kita bandingkan adalah Kekurangan kita dengan Kelebihan orang lain. Kalau sudah seperti ini, suka atau tidak, mau jujur atau tidak, pasti muncul perasaan tidak senang di hati kita karena melihat keadaan orang lain lebih baik dari keadaan kita. Biasanya yang muncul adalah perasaan iri dan dengki. Iri artinya kita susah lihat orang lain senang. Sedangkan dengki artinya kita senang lihat orang lain susah.
Nah, setelah kita bisa memaafkan dengan tulus, apa langkah selanjutnya? Langkah selanjutnya ya berdoa. Cuma kali ini saya minta Anda menggunakan segenap perasaan Anda, sudah tentu perasaan positif, satukan Hati Lisan Pikiran, timbulkan rasa syukur, terima kasih, dan pasrah dan juga ekstra hati-hati dalam memilih kata yang Anda ucapkan saat berkomunikasi (baca: doa) dengan Allah.
Seringkali saya menemukan orang menggunakan kesempatan indah ini, saat berkomunikasi dengan Allah, untuk mengutuk orang lain atau justru meminta Allah untuk menghukum orang yang tidak mereka senangi.
Biasanya mereka akan berkata, “Saya doakan agar nanti kamu celaka. Biarlah Allah yang membalas semua kejahatanmu. Saya nggak bisa membalas kamu... ya nggak apa-apa. Allah punya mata dan telinga. Allah maha adil dan pasti akan membalaskan semua perbuatanmu”. Ini semua nggak benar. Lha, masa Allah diajak kerja sama untuk melakukan hal-hal yang negatif?
Akan sangat berbeda bila kita justru memaafkan dan mendoakan kebahagiaan orang yang telah menyakiti kita. Bila kita mampu melakukan hal ini dengan tulus maka efeknya terhadap hidup kita akan sangat dahsyat dan positif. Anda nggak percaya? Silakan coba sendiri.
Saya juga sering mengamati, mencermati, dan menganalisis kata-kata yang diucapkan orang saat mereka berdoa. Kalau Doa kita samakan dengan Afirmasi (sugesti diri) maka sudah tentu kita hanya boleh mengucapkan hal-hal positif yang dilandasi oleh perasaan atau emosi positif dan konstruktif. Afirmasi yang menggunakan kata-kata negatif dan diperkuat dengan emosi negatif dijamin nggak akan bisa jalan. Malah kita yang akan mendapatkan hal-hal negatif yang kita afirmasikan. Hal ini sejalan dengan Hukum Sebab Akibat atau Hukum Tabur Tuai. Apa pun yang kita tabur, melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan kita akan kembali pada kita.
Coba Anda perhatikan doa yang biasa diucapkan oleh kebanyakan orang. Mereka seringkali mohon pada Sang Pencipta agar mereka “tidak susah”, “tidak menderita”, “tidak sakit”, “tidak miskin”, “anaknya tidak nakal”, “usahanya tidak mengalami hambatan”, “terhindar dari cobaan”, dan masih banyak “Afirmasi negatif/Doa” lainnya.
Bukankah akan jauh lebih indah, powerful, dan positif bila kalimat yang sama kita “ungkapkan” menjadi “bahagia”, “senang”, “sehat”, “kaya dan makmur”, “anaknya baik dan penurut”, “Soleh dan Soleha”, “usaha lancar dan untung”, “hidup lancar” , “aman dan tentram”, dan sebagainya.
Gunakan kalimat-kalimat Doa / Afirmasi yang bernuansa Positif untuk Tujuan yang Positif.
Bila kita hubungkan dengan level energi, seperti yang saya jelaskan pada Teknologi Pikiran Quantum NurSyifa’ sebelumnya, maka “Energi Psikis Sebagai Akselerator Keberhasilan”, dalam hal ini tampak dengan sangat jelas bahwa emosi-emosi negatif seperti rasa malu, rasa bersalah, kesedihan mendalam, takut, dan marah membuat kita semakin jauh dari pencerahan spiritual.
Nah, kembali pada cerita kawan saya di atas, ternyata setelah berdiskusi cukup lama saya akhirnya mendapatkan kunci keberhasilannya. Saya tahu mengapa ia dapat dengan sangat mudah mencapai apa yang ia inginkan walaupun seakan-akan ia tidak pernah memintanya melalui doa.
Lalu apa Rahasianya? Ternyata kawan saya ini bercerita bahwa ia telah berhasil mengendalikan emosi marahnya. Sudah 10 tahun ia tidak pernah marah saat berada di kantor. Dengan kemampuan pengendalian diri dan level kesadaran sebaik ini efeknya tentu sangat luar biasa. Saya bisa merasakan aura yang bersih dan level serta vibrasi medan energi tubuh yang kuat dan menenangkan. Kondisi ini berpengaruh sangat positif pada suasana kerja di kantornya. Berpengaruh dengan orang-orang yang berada disekelilingnya……orang yang berada di dekatnya….berpengaruh kepada semuanya….
Kondisi ini sudah tentu sangat mempengaruhi pikirannya, khususnya pikiran bawah sadarnya. Mengapa saya menyinggung pikiran bawah sadar? Karena semua emosi letaknya di pikiran bawah sadar. Dan doa yang paling cespleng adalah doa (baca: afirmasi) yang selalu diucapkan oleh pikiran bawah sadar. (*kita bisa lakukan dengan metode Pikiran Quantum NurSyifa’).
Untuk mudahnya begini. Emosi atau perasaan yang kita rasakan dan apa yang kita ucapkan saat berdoa, dalam kondisi pikiran sadar, jika tidak sinkron (sesuai dan sejalan) dengan pikiran bawah sadar, tidak akan bisa terkabul.
Hal yang sama juga dialami oleh seorang kawan, yang kebetulan seorang pengusaha sukses di bidang budi daya burung walet. Kawan saya ini merasa hidupnya sangat mudah dan lancar. Mengutip apa yang ia katakan, “Allah itu sangat bermurah hati pada saya. Hidup saya lancar, makmur, dan bahagia. Apa yang saya harapkan selalu terkabul. Allah berikan…..Bahkan saat saya nggak mintapun tetap Allah kasih”.
Allah berada di dalam Prasangka hambaNya……bila kita berprasangka yang Baik maka akan banyak Kebaikan yang kita peroleh, tapi begitu juga sebaliknya bila kita berprasangka yang Buruk maka akan Cuma Keburukan saja yang kita dapat dan terima dalam kehidupan ini.
Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan mengajak Anda merenung. Pembaca, pernahkah terpikir oleh Anda bahwa doa yang paling tulus, yang bisa kita panjatkan pada Sang Hidup, adalah bagaimana menjalani hidup kita. Benar, hidup kita adalah doa kita yang paling khusyuk. Kualitas hidup kita mencerminkan kualitas doa kita. Bagaimana kita Bertindak Berucap Berbuat Berpikir dalam menjalani Aktivitas keseharian kita……..Menjalani Hidup Penuh Arti Penuh Manfaat Penuh Makna….Tiada waktu yang terbuang dengan Percuma…semua untuk Beribadah pada Allah.
Penting
Dalam melakukan berbagai proses Doa/Afirmasi Diri, kita harus meningkatkan kepasrahan, berserah diri, menyatukan Hati Lisan Pikiran, Libatkan Panca Indra + Emosi yang Positif, Perbanyak Zikir agar selalu terhubung dgn Allah, Yang Maha Kuasa. Yakini dengan apa yang Anda lakukan………..Kristalisasikan Energi Doa-nya dengan banyak Bersyukur….
“Aku selalu menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di dalam jiwanya, maka Akupun mengingatnya di dalam Zat-Ku. Dan jika ia ingat kepadaku ditempat ramai, Akupun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku pun ingat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku pun akan datang kepadanya dengan berlari cepat”
Rasa dekat kepada Allah tidak dapat terwujud dengan seketika, tetapi terjadi melalui proses kesungguhan hati yang panjang. Banyak jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun jalan yang terbaik yaitu dengan selalu taat mematuhi aturan mainya-Nya, dimana berzikir termasuk salah satu diantaranya.





