Monday, March 23, 2009

Syuting utk Program Realigi (Reality Show Religi) di Trans TV

Mas Reno bersama para Crew TransTV berfoto bersama sebelum syuting utk Acara Realigi (Reality Show Religi) yang ditayangkan setiap Senin malam jam 20.00. 
Tema acaranya adalah tentang seorang Bapak yang Kena Santet dan Gangguan Makhluk (Khodam/Jin) serta diketahui sangat Gemar/Hobby mengumpulkan dan menyimpan benda koleksi berupa Pusaka (Keris, Tombak, Jimat, dll), Kain yang penuh Rajahan/Wafaq Kaligrafi....yang ternyata akhirnya membawa efek yang sangat buruk.
Karena hal tersebut ternyata mengganggu Keimanan dan Aqidahnya (*Syirik/Musrik), Pikiran-Jiwa-Emosionalnya, Raga/Tubuhnya, Rejeki dan Hubungannya dengan banyak orang. Dalam Acara ini mas Reno dan Tim NurSyifa' diminta bantuannya untuk Mengobati Bapak tersebut dari Gangguan Santet yang dideritanya, melakukan Proses Pembersihan Rumahnya dari berbagai Pengaruh Jahat & Makhluk Pengganggu (*mas Reno sebagai GhostBuster), setelah dibersihkan maka dilakukan "Pagar Gaib" (*Membuat Benteng sebagai Pagar Perlindungan) agar supaya Pengaruh Jahat, Santet dan Makhluk Pengganggu tdk datang kembali. Mas Reno juga diminta membantu memberikan Pencerahan utk Penyadarannya agar mau Bertobat dan Kembali Hanya pada Allah swt. Digambar ke-2 dibawah ini terlihat sebagian rangkaian Kegiatan Syuting tersebut. Para Crew TransTV juga di Terapi utk dilakukan Terapi Pengobatan & Pembersihan karena diketahui dari hasil deteksi sebagian dari mereka juga Terkena Pengaruh Jahat dari berbagai Pusaka yang dimiliki oleh Bapak Tersebut, serta ada juga yang secara tdk sengaja juga turut terkena "Sambaran" Pengaruh Santet yang dikirimkan.

Baca Selengkapnya......

Wednesday, March 4, 2009

Tirakatan Wisata NurSyifa'




Pada tanggal 20-21 Maret 2009, Terapi NurSyifa' mengadakan kegiatan Tirakatan Wisata...
Kumpul di NurSyifa' jam 19.00, diawali dgn Terapi Akbar Imajiner NurSyifa'.
> Jam 20.15, Penjelasan tentang Detail Kegiatan & Tatacara Tirakatan.
> Jam 22.00, Berangkat ke Telaga Warna - Puncak.
> Jam 00.30, Mulai Kegiatan Tirakatan + Meditasi Zikir, dsbnya.
> Jam 04.00, Makan Pagi Bersama.
> Jam 05.00, Sholat Shubuh, Kembali Ke Jakarta.

Baca Selengkapnya......

Sunday, February 8, 2009

Program Baru di 2009

MENGENAL ALLAH DENGAN KUASANYA YANG TANPA BATAS:

Banyak diantara kita yang mengaku beragama Islam, dan Allah adalah Tuhan-nya. Akan tetapi mereka belum mengenal Tuhan mereka itu, belum menemukan Allah, belum bisa merasakan keberadaan Allah, apalagi berkomunikasi dengan Allah sebagaimana layaknya seorang Hamba kepada Tuhannya.

Bahkan banyak diantara mereka lebih mempercayai Klenik, percaya kepada Dukun2 yang bersekutu dengan Jin dan mahluk gaib lainnya. Mempercayai hal2 gaib secara irasional bahkan banyak Dukun2 Klenik yang menyampaikan kepada mereka dan mereka percaya, " Berdoa kepada Tuhan lama sampainya, lebih cepat melalui Dukun dan Jin ", MasyaAllah....

Apakah sudah sedemikian bobroknya iman sebagian umat kita sehingga mengingkari Allah, dan berani menyekutukan Allah ? Mereka telah Kufur bahkan Musyrik karenanya.

Selanjutnya…..

HIDANGAN ALLAH SELALU TERSEDIA BAGI SETIAP MANUSIA YANG MENYADARINYA :

Kami di Terapi NurSyifa' telah menghabiskan waktu puluhan tahun siang dan malam untuk mencari dan mempelajari bagaimana cara kerja Allah mengatur Rejeki bagi umat manusia, bagi hamba2-NYA, dan telah pula menggali dari Al Qur'an dan As Sunnah berbagai ayat dan hadits yang shohih serta do'a2 yang mustajabah dari berbagai Guru2 Besar.

Melalui Perjalanan Gaib (Meraga Sukma), Kami di Terapi NurSyifa' telah pula menelusuri berbagai Dunia Gaib dan berbagai Dimensi unruk menguak Rahasia cara kerja Rejeki serta mencoba berkomunikasi dengan Malaikat Rejeki dan berbagai Malaikat lainnya untuk mengetahui cara2 kerja mereka dan hubungannya dengan kehidupan Manusia.

* Ternyata...., sesungguhnya Allah telah menghidangkan itu semua tepat dihadapan Kita dan banyak diantara Kita yang tidak menyadarinya sama sekali serta mencari2 dengan cara dan arah yang salah sehingga tidak menemukan Hidangan Allah yang sebetulnya telah tersedia dihadapan mereka.

Itu semua terkuak setelah Kami di Terapi NurSyifa' berhasil mempelajari, memahami dan mengungkapkan Ilmu Ar Rahman dan menemukan " Hidangan Allah ", ternyata Allah " Menjamin Rejeki bagi setiap Manusia " dan makhluk2 ciptaan-NYA.

Selanjutnya…..

BUKA AURA ISLAMI YG PENUH MANFAAT, BERHARGA & BERNILAI TINGGI :

Apakah Anda Ingin segala Impian, Cita-cita dan Keinginan Anda bisa Terwujudkan? Janganlah Bimbang dan Ragu, semuanya itu bisa Terwujud dan menjadi Kenyataan dengan Buka Aura Pesona Nur Ilahi..

Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Anda selalu berusaha mencari jalan keluarnya, dengan beribadah, mendekat dan memohon kepada Allah SWT., Sebab segala sesuatu itu Tuhan Allah-lah yang tahu dan yang menentukan.

Kesuksesan itu bisa kita dapatkan secara mudah dan dalam waktu yang singkat, dengan bimbingan yang berkualitas di NurSyifa'......


Bilamana kita telah cukup berusaha disamping berdoa, akan tetapi tidak juga berhasil, tidak menemukan jalan keluarnya, rejeki sempit, jangan putus asa, ada jalan alternatif yang bisa anda dapatkan.

Barangkali pada diri kita ada "Penghalang" yang harus dibersihkan terlebih dahulu. Barangkali Aura kita sedang redup atau bahkan telah padam sehingga selalu "Apes" saja ( sial - kurang beruntung ) .

Bila Aura Gelap, maka ia akan bernasib kurang baik ( rejeki seret, sial terus ), sebaliknya bila Auranya Terang "Ngejreng", maka nasib baik dan keberuntungan akan selalu menaunginya.

Selanjutnya…..

Baca Selengkapnya......

Saturday, February 7, 2009

Brosur Terapi Pengobatan NurSyifa'

Silakan Kunjungi : www.pengobatan.com dan www.nursyifa.net

Baca Selengkapnya......

Tuesday, January 27, 2009

Kala Pawang Hujan Berkomunikasi dengan Alam



Dua pawang hujan, Akie Setiawan (38) dan Taufik Hidayat (35), berdiri berbaris dengan wajah menengadah. Kaki diregangkan. Mulut komat-kamit menyeru doa. Kedua tangan mereka digerak-gerakkan seperti sedang menyibak awan. Dua menit berlalu, awan yang menutupi matahari pun menyingkir dan sinar matahari terasa menyengat di kuduk.
”Bisa dilihat sendiri, terbukti kan?” tanya Akie tersenyum. Ia tampaknya tidak butuh jawaban. Akie merasa perlu membuktikan kepiawaiannya menggeser awan demi meyakinkan lawan bicara bahwa kerja pawang hujan itu tidak main-main.
Akie dan Taufik adalah dua pawang hujan di Yayasan NurSyifa’, Kalipasir, Jakarta Pusat, yang telah berpraktik sejak lima tahun lalu. Siang itu keduanya beraksi di atap gedung yayasan.
Selama ini Akie biasanya dibantu dua teman saat prosesi pengalihan hujan. Ia bertindak sebagai imam dan dua temannya sebagai makmum. Jika dilakukan bertiga, kerja terasa lebih enteng.
Prosesi yang dilakukan pawang hujan bisa berbeda-beda, begitu pula media perantara yang dibutuhkan. Jika Akie cukup dengan doa dan sejumlah gerakan, pawang lain warga Palmerah, Jakarta Pusat, sebut saja Titin, membutuhkan bokor berisi kemenyan, garam, lisong, kapur, pinang, dan sirih.
Titin biasanya meminta klien membuang nasi satu genggam ke atas genting dan membuang lisong, kemenyan, kembang, dan kapur ke sungai. Ia cukup mengawal di rumahnya sendiri. ”Elu tinggal minta agar hujan tidak turun satu hari, seminggu, terserah elu,” kata Titin yang mengaku mendapat ilmu menangkal hujan dan ilmu supranatural lainnya dari Banten.
Beda lagi dengan Wagiman Sidharta (56), pawang hujan warga Klender, Jakarta Timur. Ia mensyaratkan 3-5 kaleng bir sebagai mediator. ”Saya cukup duduk sambil berdoa. Bir itu tak ubahnya air putih buat saya,” kata pawang yang sudah puluhan kali ”menyelamatkan” lapangan sepak bola dari guyuran hujan, seperti pada ajang Piala Tiger, Piala Asia, dan sepak bola antarklub di Lebak Bulus.
Soal bir ini, ada satu cerita. Pernah dalam sebuah acara, panitia memberi bir yang belum dibayar kepada Wagiman. Akhirnya turun hujan. Lalu, sewaktu berlangsung pertandingan sepak bola antarmedia massa se-Jawa-Bali, seorang teman mendadak menenggak segelas bir di sampingnya. ”Saya bilang, sebentar lagi hujan, dan hujan beneran. Saya enggak tahu ini apa, tapi bir sudah menjadi lantaran,” kata Wagiman, yang dalam melalukan ritual mengaku dibantu makhluk lain.
Gemar berpuasa
Umumnya para pawang belum mengetahui kemampuannya sampai kemudian mencoba dan ternyata manjur. Wagiman, yang sejak lahir tidak pernah makan semua jenis hewan dan sejak tahun 1983 tidak pernah makan nasi, mengaku tidak tahu kapan diberi kemampuan itu. Satu yang ia percaya, ini ada kaitannya dengan kegemarannya berpuasa sejak bujangan.
Ia pernah berpuasa Senin-Kamis hingga tujuh bulan. Ia juga berpuasa tiga hari pada setiap hari kelahiran atau weton (hitungan Jawa) yang berarti 35 hari sekali. Ia bahkan pernah puasa tujuh hari tujuh malam tanpa makan apa pun, kecuali air putih. Wagiman juga berpuasa ngrowot (hanya makan sayuran), puasa mutih (hanya nasi), dan ngalong (hanya buah-buahan) masing- masing selama 40 hari.
”Puasa itu selain badan enak, batin pun tenang dan peka,” kata Wagiman, yang selama berpraktik tidak pernah mematok tarif tertentu alias seikhlasnya.
Berpuasa juga dilakukan Akie, Taufik, dan Hamzah, pawang hujan asal Sleman, Yogyakarta, lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Mereka terbiasa shalat malam serta berzikir.
Puasa hanya satu hal. Ada beberapa fase yang harus diikuti, seperti dilakukan Akie dan Taufik. Tahap pertama adalah Pembersihan Diri, yakni dengan berzikir. Fase kedua adalah Terapi Buka Aura yang dipimpin Ketua Yayasan NurSyifa’-Reno Wilopo dan ketiga adalah Pelatihan Pawang Hujan. Setiap malam mereka harus shalat tahajud dan setiap pagi shalat dhuha. ”Setelah itu, akan terlihat siapa yang berbakat dan siapa yang tidak,” kata Akie.
Mengalihkan hujan
Nah, kalau ramalan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kadang-kadang meleset, apakah pawang hujan bisa menjadi ”tersangka”? Mereka spontan menyangkal. ”Kami ini bukan mengubah cuaca, tetapi memindahkan hujan ke tempat lain. Jadi, hujan tetap turun. Sama seperti BMKG, saya pun pernah gagal,” kata Wagiman.
Akie juga mengaku pernah gagal sehingga turun gerimis meski itu terjadi saat mendung benar- benar pekat. ”Bayangkan, saya harus menahan dari pagi sampai malam. Sangat melelahkan,” katanya. Akie juga pernah ”bertempur” dengan pawang lain sewaktu resepsi pernikahan. ”Saya buang ke selatan, dia ke utara, jadi berbenturan di tengah. Terjadi percikan api dan kilat. Mendung tebal sekali, tapi hujan turun deras setelah acara selesai,” tuturnya.
Pengalihan Hujan adalah wujud komunikasi antara manusia dan alam. ”Semua orang bisa. Pernah enggak merasa gerah saat hujan mau turun? Itu sebuah bentuk komunikasi, disadari atau tidak. Soal arah angin, itu gampang sekali kita rasakan,” ujar Hamzah.
Memang, untuk ”menyuruh” awan menyingkir, ada komunikasi khusus yang perlu dilatih. Bagi Hamzah, ilmu mengalihkan hujan ini bisa juga disebut sebagai ilmu yang melampaui hal kasat mata, sebagai ilmu yang metafisik.
Maka, bisa dimaklumi kalau para Pawang Hujan ini pun mampu Meramal Jodoh, membaca Aura, hingga Memburu Hantu.
*Perhatian, Kami di NurSyifa’ tidak melayani Meramal Jodoh.
Sumber :
Koran Harian Kompas dan www.kompas.com




Terapi NurSyifa' membantu Anda untuk mewujudkan Kemampuan Bathin yang Adi Kodrati dan mendapatkan Kehidupan yang lebih baik serta Meraih Kesuksesan dan Kebahagiaan Dunia Akherat. 
Kalaupun anda sedang dilanda Permasalahan dan Bermasalah (Pusing, Bingung, Stres, Cemas, Takut, Was-was, Gelisah, Galau, Emosi Tinggi, Mudah Marah, Sensitif, Sedih, dll). 
Maka segeralah Konsultasikan Masalah tersebut agar jangan sampai Bertambah Parah bahkan Kronis yang tentunya sangat Tidak di Harapkan dan dapat Menghancurkan Masa Depan serta Kehidupan anda.
Konsultasikan Segala Permasalahan anda segera dengan mas Reno Wilopo 08561236269 (Biaya Konsultasi  + Terapi + Solusi + Pelatihan utk Memampukan Diri selama 1-2 jam,  mulai dari Rp. 500.000,-  Dengan Perjanjian waktu terlebih dahulu).

Mau AURA anda menjadi Lebih Baik Lebih Bercahaya, Mau Kehidupan anda menjadi Lebih Baik Lebih Berlimpah Rejeki….Mari Ikuti Program Buka Aura Nur Ilahi


Baca Selengkapnya......

Sunday, January 25, 2009

Video Pelatihan Pawang Hujan NurSyifa'


PAWANG HUJAN
Pawang hujan bukan menghentikan hujan akan tetapi memindahkan hujan ketempat yang lain seperti : ke gunung, lembah, laut atau hutan karena ada sesuatu hajat atau hujan itu mendatangkan mudharat.
Berdasarkan Hadits diatas dapat diambil kesimpulan secara metoda hikmah:
1. Meneliti terlebih dahulu kondisi langit
2. Hujannya memberi mudharat
3. Memohon kepada Allah
4. Tawassul kepada Nabi Muhammad
5. Memindahkan hujan pada tempat lain seperti pegunungan, lembah-lembah atau hutan dengan berdoa kepada Allah.
Memohon Memberhentikan hujan berarti menolak rahmat Allah yang dibutuhkan oleh semua alam seperti:manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan bumi dan menghambat permohonan manusia yang sedang menjalankan Istisqo sesungguhnya hanya Allah yang dapat memberhentikan hujan.
" Maka Aku berkata : Minta ampunlah kepada Tuhan kamu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan hebat" (QS. Nuh :10-11).
Syaikh Syarbini Khatib berkata : " Terkadang menolak hujan dengan melakukan perbuatan sebaliknya".
" Janganlah satu kaum enggan memberikan zakat melainkan terhambat untuk mereka hujan " (HR.Baihaqi ).



Baca Selengkapnya......